18 April 2008

Sikap Habib Munzir terhadap Demo 20 April 2008

ImageImageAssalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirabbil Alamin,
Wasshalatu wassalamu ala sayyidil mursalin,
Wa ala alihi washahbihi ajmaiin,

Semoga kebahagiaan dan kesejukan jiwa selalu menerangi hari hari saudaraku dimanapun kalian berasa, Wahai saudara saudaraku seperjuangan, Wahai para Pembela Sayyidina Muhammad, Wahai yg berbakti kepada Muhammad Rasulullah, Dengan ini saya, Hamba Allah yg hina, Khadim Majelis Rasulullah saw, Munzir bin Fuad Almusawa, menghimbau kepada saudara saudaraku sekalian, untuk menahan diri dari berunjuk rasa menuntut pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Sungguh Mirza Ghulam Ahmad adalah pendusta besar, kita harus memerangi mereka dan menghabiskan mereka tanpa bekas, Kita marah dan tak akan diam melihat Nabi nabi Palsu ini dipuja dan bahkan para pengikutnya bebas berkeliaran di tanah muslimin, Namun saudara saudaraku, lihatlah cara terbaik untuk menghabisi mereka, sungguh bukan dengan berdemo, karena Negara kita ini telah terjebak system oleh Negara Negara Kuffar, hutang kita trilyunan pada mereka, seluruh undang undang kita telah tergadai demi mengurangi bunga atas hutang hutang kita, negara kita tak berdaya berbuat apa apa untuk menentang mereka,

Ketahuilah bahwa Negara Negara musuh islam sangat melindungi Ahmadiyah, mereka senang dengan keberadaan Nabi palsu yg bisa merusak islam, mereka dilindungi di Negara Negara kuffar, maka penuntutan besar besaran pada Negara untuk melarang keberadaan mereka hanyalah akan membuat Negara Negara kuffar itu memaksa Negara kita untuk menindas kelompok anti Ahmadiyah, mereka akan terus menambah dana untuk perkembangan Ahmadiyah, mereka akan terus mendesak pemerintah RI untuk tidak melarang Ahmadiyyah, mereka akan terus menambah kekuatan Ahmadiyah, mereka akan semakin punya alasan menghancurkan kekuatan islam dinegeri kita dengan dalih pemberantasan teroris, kenapa?, Karena muslimin berontak dan marah pada pemerintah yg terkesan lamban menentang Ahmadiyah, pemerintah akan terdesak dan balik menentang gerakan ini karena tekanan dari para Juragan Piutang di Luar negeri, maka musuh musuh islam akan terbahak bahak melihat gerakan muslimin saling hantam dg pemerintahnya sendiri..

Jika muslimin keras dan kuat, maka mereka akan masuk ke negeri ini dengan kekuatan militer dengan alasan pemberantasan teroris, majelis majelis akan diawasi, pesantren pesantren akan dituduh sebagai tempat penyimpanan senjata, gerakan dakwah pemuda akan dipersulit, para kyai dan ulama akan terus di interogasi, disadap hp nya, dipersulit izin dakwahnya, dan terus dibatasi ruang geraknya, dengan alasan : pemberantasan teroris..!

Ingatlah…, ini adalah langkah indah bagi mereka untuk lebih leluasa menghantam gerakan muslimin.. bertahanlah pada shaff mu saudara saudaraku, kita benahi masyarakat pelahan lahan, Ahmadiyyah akan hilang sendiri jika tak ada pengikutnya, dan jika Ahmadiyyah ditutup maka akan muncul 1000 nabi palsu lagi jika masyarakat tak dibenahi.. maka pembenahan masyarakat adalah ujung tombak keberhasilan kita, Tahan Emosi kalian, kalahkan musuh kita dengan langkah yg pasti dan jelas..

Dengan ini, saya selaku Khadim Majelis Rasulullah saw, Munzir Almusawa melarang seluruh Jamaah Majelis Rasulullah saw untuk turut berunjuk rasa pada Ahad 20 April 2008 mendatang, Demikianlah langkah Guru Mulia kita, Alhafidh Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh yg melarang segala bentuk Unjuk rasa, kita adalah satria pembela Rasul saw dengan taktik yg suci, kita bukan pengumbar emosi, kita adalah Laskar Muhammad Rasulullah saw,

Satukan jiwamu dengan Guru Mulia kita, satukan langkahmu dengan langkah Guru Mulia kita, langkah beliau adalah langkah gurunya, langkah gurunya adalah langkah guru guru mulianya, demikianlah kesemua mereka dalam satu langkah dengan langkah Rasulullah saw. Jangan palingkan langkahmu dari langkah mereka wahai saudaraku.

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa

(majelisrasulullah.org)


Saya pribadi juga sependapat dengan Habib Munzir, yang penting kita benahi pribadi kita dahulu, kemudian keluarga kita dan masyarakat sekitar kita. Insya Allah Islam yang adalah Rahmatan lil'alamin akan bisa tercapai. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan isi komentar anda........

Jadwal Sholat

Pondok Pesantren Al-Falak

Pondok Pesantren Al-Falak terletak di Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pondok Pesantren Al-Falak telah berdiri sejak tahun 1901 (atau mungkin sebelum itu...?) oleh Almaghfurlah KH.Tb.Muhammad Falak Abbas atau biasa dikenal dengan Abah Falak.
Karena pada saat itu, berdirinya sebuah pesantren selalu seiring dengan seorang tokoh ulama yang mulai berdakwah di daerah tempatnya tinggal dan sekitarnya.

Sedangkan menurut sejarah keluarga, bahwa KH.Tb.Muhammad Falak Abbas hijrah dari Sabi, Pandeglang ke Pagentongan pada tahun 1878 dan kemudian bermukim di Pagentongan ini.
Selanjutnya Abah Falak menikah dengan seorang putri Pagentongan yang bernama Siti Fatmah dan mempunyai seorang putra tunggal yang bernama Tb.Muhammad Thohir Falak yang lebih dikenal dengan sebutan Bapak Aceng.

Pada hari Rabu tanggal 8 Jumadil 'Akhir 1392 / 19 Juli 1972, Abah Falak berpulang ke Rahmatullah di usianya yang ke 130 tahun. Beliau di makamkan di belakang rumahnya, dan kini menjadi Pemakaman Bani Falak.
Sedangkan Bapak Aceng menyusul berpulang ke Rahmatullah pada tahun 1976.
Pada tahun 1996, menyusul lagi putranya Bapak Aceng yaitu Almaghfurlah KH.Tb.Atung Zaini Dahlan, yang sangat memperhatikan keberadaan pondok pesantren Al-Falak.

Sekarang Pondok Pesantren Al-Falak dikelola oleh buyutnya (generasi IV) Abah Falak yang tinggal di Pagentongan, dan Pondok Pesantren Al-Falak tetap konsisten untuk membantu pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sangat islami, insya Allah.

ANTARA - Nasional